Perempuan adalah nyawa bagi
dunia. Perempuan merupakan bakal kehidupan. Setiap hal-hal mendasar dalam
kehidupan membutuhkakn perempuan. Senyumnya adalah penyegar, kasihnya adalah
penopang, dan cintanya adalah penguat. Kehadiran perempuan memberikan warna
yang indah bagi dunia. Perempuan itu makhluk ajaib, ia bisa tahu letak
barang-barang di rumah. Ia juga mampu melakukan banyak hal dalam satu waktu.
Dunia akan berhenti berputar tanpa adanya perempuan.
Merupakan suatu hal yang
wajib bagi dunia untuk mengapresiasi peran perempuan. Hari perempuan
internasional adalah bentuk apresiasi untuk seluruh perempuan di dunia. Berkat
adanya hari perempuan segala hak perempuan yang sebelumnya mati kini kembali
tumbuh. Tidak ada deskriminasi gender baik dalam hal pendidikan, pekerjaan
maupun lainnya. Hak-hak perempuan juga dilindungi oleh negara. Kini kesenjangan
antara perempuan dan laki-laki telah sirna. Perempuan tidak kalah hebat dengan laki-laki.
Perempuan hebat bukan hanya
yang memiliki jabatan tinggi, bukan hanya yang tampil didepan televisi.
Perempuan hebat adalah mereka yang mampu menyeimbangkan tugas dan kewajibannya.
Hal ini tidak mudah, kaum laki-laki bahkan tidak bisa melakukannya. Tentu
kehebatan perempuan ini memang sangat penting untuk dirayakan.
Hari perempuan internasional
di peringati pada tanggal 8 Maret setiap tahuunya. World Women’s Day adalah
ajang bagi perempuan di seluruh dunia untuk menyuarakan pendapatnya. Apa yang mereka
rasakan dapat diungkapkan dan diketahui oleh seluruh manusia di dunia. Sehingga
hal yang mereka harapkan bagi kebaikan kaum perempuan dapat didukung dan
dijalankan. Tetapi adanya hari perempuan internasional tidak menjanjikan
perempuan untuk melakukan hal-hal yang ia inginkan dengan aman.
Hak-hak perempuan yang dulu
mati kini bangkit kembali. Hanya saja perempuan masih perlu untuk terus
menyuarakan hak-haknya. Meskipun haknya dilindungi, ancaman masih terus
terjadi. Sebagaimana yang dapat kita lihat, kasus pelecehan seksual masih belum
berhenti. Penindasan perempuan oleh kaum laki-laki tak ayal menjadikan
perempuan tidak mandiri. Memperkerjakan perempuan hamil adalah bentuk
mengeksploitasi kaum perempuan yang tidak manusiawi.
Katanya hak perempuan dilindungi,
namun masih banyak penindasan sana sini. Perempuan yang berdemonstrasi di culik
lalu dibunuh. Perempuan yang berpakaian seksi dibilang tak punya harga diri.
Perempuan yang mengambil singkong di kebun anak sendiri diberi hukuman bui. Masyarakat
juga selalu menilai perempuan dengan penampilan fisik atau biasa dikenal body
shaming. Dimana hal ini tentu saja membuat perempuan mengalami gangguan
secara psikis. Ia menjadi tidak percaya diri, takut dicaci, dan tidak berani
berkspresi. Keadaan yang terjadi dalam masyarakat ini sangat merugikan kaum
perempuan. Adanya Hari Perempuan
Internasional bertujuan membuat hak-hak wanita tidak ditindas lagi dan mereka
kembali berani percaya diri serta tidak takut berekspresi.
Sebagai perempuan, walaupun
hak-haknya telah dilindungi tidak berarti kebebasan berekspresi menjadi alasan
dalam setiap tindakan. Kesalahan dalam pola berfikir bahwa kesetaraan gender,
hak asasi manusia, dan kebasan menyuarakan pendapat ini perlu diperhatikan. Sebab
banyak wanita menganggap hal-hal yang dapat dilakukan laki-laki juga dapat
dilakukan perempuan.
Kita lihat banyaknya aksi
yang dilakukan perempuan untuk menuntut haknya agar dapat melakukan hal yang dilakukan
laki-laki juga. Contohnya telanjang dada bagi perempuan karena laki-laki tidak
masalah apabila telanjang dada di depan umum, perempuan merokok dan minum
minuman keras.
Tentu saja pemikiran
tersebut salah. Bagaimana bisa perempuan dapat telanjang dada di depan umum.
Perempuan memiliki anatomi tubuh yang berbeda dengan laki-laki, yang mana tidak
dapat diperlihatkan di depan umum begitu saja, bahkan wajib dijaga dan
dilindungi dari tindakan kriminal demi hak wanita itu sendiri. Dalam sudut
pandang agama, baik agama islam atau agama apa saja hal ini sangat diharamkan.
Perempuan memiliki kehormatan yang harus sekali dijaga, salah satu caranya
adalah dengan menutup bagian yang menimbulkan ketertarikan lawan jenis.
Tentang merokok dan minum
minuman keras, sebenarnya baik laki-laki maupun perempuan sama saja dilarang
mengonsumsinya. Hanya saja perempuan memiliki resiko lebih besar dibanding
laki-laki. Merokok dan minum minuman keras akan merusak organ dalam wanita,
sistem reproduksi dan dapat menurunkan penyakit pada janin.
Hari Perempuan internasional
yang dimaksud disini adalah tentang kebebasan berekspresi tanpa melanggar norma
yang berlaku. Perempuan yang mengekpresikan pemikiran segar yang membangun dan
menginspirasi, perempuan yang pandai menjaga diri, serta perempuan yang berani
membangun perubahan demi kesejahteraan bersama.
Meskipun kesetaraan gender
telah berlaku, namun wanita tetap harus diistimewakan. Misalnya dalam fasilitas
umum seperti KRL (Kereta Rel Listrik) yang mengategorikan perempuan hamil dan
perempuan tidak hamil kedalam golongan khusus yang harus mendapat tempat duduk.
Dalam pertandingan bela diri, laki-laki juga tidak boleh melawan perempuan
karena memang tidak sebanding kemampuannya. Yang mana hal tersebut menunjukkan
bahwa yang dinamakan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan adalah bukan
sama dalam segala bidang. Namun, tetap pada koridor dan kemampuan masing-masing
gender.
Perempuan juga tidak boleh
diam saja saat haknya tidak diberikan. Selalu waspada saat sendiri atau berada
di tempat umum. Memiliki pengetahuan menjaga diri dari tindakan pelecehan,
penindasan, kekerasan, dan lain sebagainya.
Hari Perempuan Internasional kembali dapat mengangkat derajat,
kehormatan, dan hak-hak perempuan di dunia.
0 komentar:
Posting Komentar